Senin, 11 Oktober 2010

Gambaran Cintaku




Cintaku selaksa embun pagi
Yang hanya ingain memberimu kedamaian
Rasa sayangku selaksa mentari
Yang memberimu kehangatan
Rinduku padamu menginginkan kebebasan
DDan selimuti luka hati ini
Dengan sebuah kerelaan
Kealam menuntun perasaanmu sandiri
Pengorbanan mengajariku menyeka airmata
puasanku telah mencapai klimaks
Ketika melihat cintamu tumbuh dengan jujur
Terhadap perasaannya sendiri
Dan aku nya dapat berteriak dari seberang hatimu
“ jagalah cintamu sebagaimana aku menjaga cintaku untukmu”

Lantaran ada Malam pada Tidurmu



Pada sebuah mimpi
Ku temukan dirimu diam menanti
Apa hanya mimpi??
Kalau begitu
Aku ingin menjadi sepotong do’a mu
Sebelum kau arungi jejak nafas anganmu
Lalu gerayangi secawan rindu
Meneguk secarik harapan
Yang mungkin kan tercabik habis
Atau telah tercabik habis

Sabtu, 29 Mei 2010

Surat di bulan januari

Pada saatnya aq ingin sekali kau meniup lilin itu
di antara paduan kue coklat yang melebur manisnya di dalam senyummu
tak pernah ku sempat melihatmu memejamkan mata munajatkan sebait kata yang teruntai jadi do'a
tak pernah ku sempat lukis segurat senyum di hari jadimu

maafkan aku sayang

aku tak pernah bisa membuktikan bahwa aku lah wanitamu.

Kamis, 20 Agustus 2009

yang terasing

aq tlah menyiakan masa itu
masa di mana suara gaduh mengetuk pintu kamarku namun tak ku pedulikan
suara nyaring televisi yang membuatku penasaran ingin keluar dari tempat peraduan pun tak ku hiraukan

kini hanya terdengar bisikan angin sesekali menjerit membanting pintu kamar mandi tepat di samping peraduan tempat ku mengasingkan diri...entah mengekspresikan amarah ataukah kegelisahannya hingga membuyarkan sgala lamunanku

nyanyian makhluk malam pun tak ingin kalah dengan suara bising hiruk pikuk jalanan
dan aq masih tenang dalam singgasana menikmati setiap cumnuan sepi di saksikan dinding-dinding bisu dan tuli.

Rabu, 28 Januari 2009

terlalu kerdil

sebuah catatan kosong
tertulis menggiring malam-malam ku
terpenjara dalam setiap air mata
terlalu kerdil untuk mengetahui
sebuah makna kerinduan

tebing-tebing hati menjulang tinggi
yang menahanku mengikuti suara nyanyian cinta
meluputkan nadanya
agar seirama menjadi simfoni kidung sunyi

aku tak mengikuti arah jalan nya cinta
sebab detik mengajarkan ku
untuk terpaku pada luka dan kecewanya
atau apakah aku yang masih terlalu kerdil
mempelajari arti sebuah ketulusan

terlambat

terlalu renta tangan ini sayang
untuk memahat lentera di dinding hatimu
sementara kanvas telah kusam oleh debu
dan tintanya telah kering oleh angin
apa yang mesti aku lukis sayang
bila air matamu tak cukup menggantikan semua itu


kata-kata itu pun sudah terlalu tua
untuk kau untai lagi
menjadi sebuah pilar cinta
dan mungkin do'a mu pun tak bisa membuka
ayat-ayat cinta yang dulu ku puja


kau terlambat mengejar kereta yang ku naiki sayang
aku telah turun di stasiun akhir penantian
tlah ku tinggalkan kota hatimu
bersama seluruh luka ku

Jumat, 23 Januari 2009

aku dan kesendirianku

aku dan sepiku
berkelana dalam seribu malam melintasi sejuta bayangan menyeka pilu tetes air mata

aku dan kesendirianku
di temani sebait kepedihan yang penuh arti di mana aku tak pernah menyesali beribu jarak yang ku tempuh sendiri

aku dan lukaku
menjadi dewasa dgn waktu... mengilhami setiap denting pedih yang tak pernah ku cela

dan aku hanya berharap suatu saat ada yang menemani kesepian ini